Tuesday, February 3, 2015

Tanda Keimanan : Dijamin Oleh Alloh

عن جابر بن عبد الله قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ , وَمَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى أَهْلِهِ وَنَفْسِهِ كُتِبَ لَهُ صَدَقَةً, وَمَا وَقَى بِهِ الْمَرْءُ عِرْضَهُ كُتِبَ لَهُ بِهِ صَدَقَةً, وَمَا أَنْفَقَ الْمُؤْمِنُ مِنْ نَفَقَةٍ فَإِنَّ خَلَفَهَا عَلَى اللَّهِ ضَامِنٌ, إِلا مَا كَانَ فِي بُنْيَانٍ أَوْ مَعْصِيَةٍ. (رواه الدارقطني والحاكم)

Keterangan : Sang Nabi menyampaikan :

1. setiap yang baik shodaqoh, baik dalam hal targhib, contohnya nafaqoh, maupun dalam hal tindakan preventif, seperti menjaga kehormatan diri.
2. redaksi diatas ditujukan kepada setiap orang (lafal arrojulu). Dimana rojul ini patinya juga beriman, namun setelahnya Rasululloh mempertegas dengan lafal al-mu’min, yang menunjukkan mengenai kesungguhan dan ketebalan imannya.
3. bila orang beriman tentu meyaqini bahwa apapun pemberiannya, maka dikemudian waktu Alloh pasti akan menjadi dhomin nya (menanggungnya).
4. atau bisa dikata : bila beriman bahwa rizqi yang memberi adalah Alloh, maka jika habis dipake, tentu Alloh juga yang akan memberinya lagi, apalagi untuk hal yang positif.
5. ayat yang sesui
قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
6. Pengecualian yang disampaikan ada dua :
a. pemberian untuk hal sia-sia, contohnya bangunan rumah.
b. pemberian yang pada puncaknya berupa kemaksiyatan.
7. Diantara dasar dari nomer enam poin a :
- bangunan tinggi tanda kiamat
- إذا أراد الله بعبد شرًّا خضر له في اللَّبِنِ والطين حتى يبني
Rasululloh bersabda : bila irodah Alloh kepada hamba diputuskan jelek, maka Alloh akan menghijaukan untuknya semen dan tanah sampai dia membangunnya.

Sunday, February 1, 2015

Tanda keimanan : tidak mengulangi kesalahan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ. (متفق عليه)

Keterangan : Sang Nabi menyampaikan :

1. seorang mu’min tidaklah dua kali disengat dalam satu lubang.
2. tasybih dhimny dengan wajhus syibeh ; seorang mu’min tidaklah terjebak kesalahan dua kali. Untuk musyabbah nya diambil dari kata “disengat” dan kata “lubang”. Sedang musyabbah beh nya adalah alaqoh dzihniyyah atau ter inspirasi dari kata mukmin.
3. maksudnya ; bila benar-benar seorang mu’min, maka segala akhlaq nya haruslah berdasar kesadaran iman, sehingga akan mengambil hikmah dari setiap perbuatannya.
4. bila tidak, maka akan berbuat coba-coba di tempat yang tidak diketahui statusnya, seperti menjulurkan tangan di lubang gelap. Padahal coba-coba seperti ini adalah bagian dari gambling yang itu ada sisi setan syahwatnya.
5, dan bila ternyata dia melakukan kesalahan, karena lubang itu ternyata ada ular atau kalajengking yang menyengat, maka tidaklah dibenarkan pengakuan keimanannya, bila dia mengulang lagi kesalahannya.
6. pesan pelajaran Rasululloh : jangan jahlun murokkab. (coba-coba dan mengulang kesalahan)